Pemesan Kerajinan Kayu Fuqaha juga Berasal dari Makkah

0 63

BISNISKALSEL.COM – Saat batu akik ramai diminati, banyak pengrajin batu di Martapura dibuat sibuk menerima pesanan pengolahan batu hingga kewalahan. Tak sedikit yang berani menggelar lapak menjajakan batu hasil olahan tersebut. Tidak berselang lama  5 sampai 6 bulan demam batu akik berakhir pengrajin batu dan penjual batu mereka kini banyak beralih profesi.

300 x 250 Sample 1

Kerajinan kayu kaukah atau fuqaha menjadi alternatif pengganti usaha kerajinan di Martapura, kerajinan fuqaha dinilai berjalan stabil dan tidak musiman, pasalnya dari tahun 2005 hingga sekarang permintaan kerajinan dari kayu fuqaha tidak menurun.

Tak sebatas dibuat tasbih untuk alat beribadah, tetapi dibuat kerajinan lainnya, seperti gelang, kalung, cincin, manik-manik, dan aneka barang cinderamata lainnya. Apalagi kerajinan kayu fuqaha hanya diolah perajin Martapura, sehingga permintaan datang dari berbagai penjuru tanah air bahkan sampai ke Makkah.

Saat ditemui wartawan koranbanjar.net, pengepul kerajinan kayu fuqaha yang mempunyai toko kerajinan di Desa Teluk Selong,  H. Muhammad Muzakir yang biasa disapa Zakir mengatakan diperkirakan 90 % dari yang sebelumnya pengrajin batu sudah beralih profesi menjadi pengrajin kayu fuqaha.

Kerajinan kayu fuqaha ini sangat membantu dalam menambah pendapatan penduduk di Martapura, khususnya daerah Teluk Selong, Pekauman, Kampung Melayu, Kampung Keramat dan sekitarnya.

“Walaupun penghasilan kerajinan kayu fuqaha tidak sebesar pengrajin batu saat banjir peminat, namun kerajinan fuqaha memberikan penghasilan yang stabil, dan juga beberkat karena pengolahan tidak hanya 1 pengrajin tapi beberapa pengrajin dari pemotongan, pelobangan,dan perakitan hingga jadi, ya berbagi rezeki lah namanya” jelasnya pada koranbanjar.net, Jumat (31/08/2018).

Zakir menambahkan kayu fuqaha bukanlah kayu yang berasal dari daerah setempat melainkan kayu yang khusus didatangkan dari kawasan Timur Tengah, kemudian pengrajin di buat aneka kerajinan kemudian hasil kerajinan dipasarkan ke berbagai daerah dan negara.

“Jumlah pengrajin kayu fuqaha kebanyakan dari alih profesi pengrajin batu, dan dalam satu hari aja habiskan biaya tujuh juta rupiah untuk membayar hasil produksi bahkan lebih,” kata Zakir.

Kayu ini tak sebatas untuk tasbih dan hiasan tetapi tak sedikit yang menggunakan jenis kayu ini sebagai kayu keramat, kayu pembawa berkah dan sebagainya, kepercayaan semacam itu tak terlepas dari sejarah kayu fuqaha itu sendiri dalam kehidupan para Nabi yang hidup beribu tahun lalu.

Bahkan berdasarkan sejarah kapal Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa, tongkat Nabi Sulaiman, dan tasbih Nabi Muhammad SAW terbuat dari kayu ini.(mj-20/sir)

 

300 x 250 Sample 1

Leave A Reply

Your email address will not be published.